membangun komunitas kelas yang nyaman
membangun komunitas kelas yang nyaman. source : pexels.com

Cara Ampuh Membangun Komunitas Kelas Yang Nyaman dan Menyenangkan | Bagian 2

Posted on

Penaguru.com– Hallo sahabat pendidik, kita akan melanjutkan pembahasan tentang bagaimana membangun komunitas kelas yang nyaman dan menyenangkan. Tentunya anda telah membaca bagian pertama kan? Kalau belum, baca dulu atuh supaya kiat-kiat yang telah dan akan disampaikan lebih terarah.

Membangun Komunitas Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan Bagian ke 2

membangun komunitas kelas yang nyaman
membangun komunitas kelas yang nyaman. source : pexels.com

Keberhasilan suatu kelas dapat bergantung pada kejelasan tujuan dan hasil yang dicapai. Ketika harapan dan hasil dari suatu pembelajaran tidak jelas, baik peserta didik maupun guru dapat menjadi frustasi dan berjuang dengan pembelajaran tersebut. Memperjelas tujuan dan target pembelajaran sejak dini dapat membantu mengatasi tantangan ini. Salah satu cara umum yang dapat digunakan untuk membuat jelas tujuan dari mata pelajaran adalah dengan guru membuat silabus  dan kemudian dibahas bersama dengan peserta didik di awal pembelajaran.

Namun, meskipun menggunakan silabus untuk membuat tujuan dan target menjadi jelas, itu saja belum tentu untuk membangun komunitas kelas yang nyaman. Strategi yang lebih efektif adalah dengan melibatkan peserta didik dalam  mendefinisikan harapan dan target dari pembelajaran. Mereka diminta untuk menjelaskan harapan mereka sendiri dalam pembelajaran tersebut, berikan mereka tanggung jawab di dalam pembelajaran sejak awal.

Berikut ini beberapa kegiatan yang melibatkan guru dan peserta didik dalam menentukan harapan dan aturan dalam pembelajaran/kelas.

  1. Jelaskan bahwa hari ini setiap orang akan bekerja sama untuk membuat peraturan kelas. Setiap orang akan bekerja dalam kelompok kecil untuk mengembangkan atau merumuskan aturan bagi guru dan peserta didik yang nantinya dipresentasikan per kelompok. Setelah setiap kelompok mempresentasikan aturan yang mereka buat, anggota kelas akan memilih mana diantara aturan tersebut yang akan dipakai dan kemudian dirumuskan untuk digunakan selama kelas berlangsung.
  2. Buat kelompok yang terdiri dari tiga orang. Jika ini adalah hari pertama atau kedua kelas, cukup kelompokkan mereka berdasarkan tempat mereka duduk.

    membangun komunitas kelas yang nyaman
    membangun komunitas kelas yang nyaman. source : pexels.com
  3. Buat mereka berdiskusi selama 5-7 menit tentang komitmen apa yang penting bagi mereka agar bisa sukses. Misalnya, kapan peserta didik harus tiba di kelas ini agar berhasil? Apa yang harus kita lakukan jika mereka terlambat ke kelas kita? Berapa lama toleransi maksimal waktu terlambat, 5 menit, 10 menit? Imbaulah mereka untuk memiliki sebuah komitmen dan menjelaskan konsekuensinya jika komitmen tersebut dilanggar. Mintalah satu orang dalam kelompok untuk menuliskan aturan di selembar kertas untuk akhirnya dibagikan dengan kelas. Setelah setiap kelompok melengkapi daftar peraturan mereka, kirim satu anggota kelompok ke papan tulis untuk menulis peraturan yang mereka kembangkan.
  4. Setelah setiap kelompok memasang seperangkat peraturan mereka di papan tulis, beri tahu semua kelompok untuk melihat peraturan yang dipasang oleh teman sekelas mereka dan tuliskan peraturan yang mereka suka yang tidak ada di daftar asli mereka.
  5. Sewaktu peserta didik bekerja dalam kelompok mereka untuk meninjau daftar aturan di papan tulis, Anda dapat bekerja untuk membuat daftar induk dari semua aturan — satu daftar dari semua aturan tanpa tumpang tindih. Misalnya, beberapa kelompok mungkin menulis bahwa peserta didik hanya boleh berbicara bahasa Inggris di kelas bahasa inggris ; oleh karena itu, aturan yang berulang dapat dihapus. Jika ada variasi pada aturan yang sama, sertakan setiap variasi demi membangun komunitas kelas yang nyaman.
  6. Setelah mereka meninjau semua aturan, kumpulkan kembali kelas dan tanyakan apakah ada yang ingin mereka tambahkan ke daftar aturan utama. Ingatkan mereka bahwa ini adalah kesempatan mereka untuk membantu menentukan aturan kelas. Sebagai guru, Anda dapat menambahkan beberapa aturan yang menurut Anda perlu atau tidak disertakan dalam daftar dari  peserta didik. Misalnya, Anda mungkin merasa penting bahwa siswa meminta izin ketika ingin pergi ke kamar mandi dan ingin menambahkannya ke dalam daftar.
  7. Bahas setiap aturan bersama peserta didik dan minta mereka untuk memilih aturan yang akan disetujui tersebut. Mintalah mereka untuk berdiskusi dalam menentukan aturan final. Untuk aturan apa pun yang ditolak, coret di papan tulis. Sebaliknya, lingkari aturan yang dipilih siswa.
  8. Setelah pemungutan suara selesai, jelaskan bahwa Anda akan mengubahnya menjadi daftar induk untuk dipresentasikan di kelas berikutnya. Setiap peserta didik akan menandatangani satu salinan, dan satu salinan akan ditempelkan di kelas untuk mengingatkan mereka.

    membangun komunitas kelas yang nyaman
    membangun komunitas kelas yang nyaman. source: pexels.com
  9. Setelah aturan untuk peserta didik dibuat, ulangi kegiatan tersebut agar mereka dapat membuat daftar aturan dan harapan untuk guru. Beri tahu siswa untuk bekerja dalam kelompok mereka untuk menyusun daftar aturan dan harapan untuk guru. Mulailah dengan bertanya kepada mereka, apa yang telah dilakukan guru-guru sebelumnya yang menurut mereka berguna? Apa yang telah dilakukan guru sebelumnya yang tidak membantu pembelajaran mereka? Misalnya, seberapa penting Anda mendapatkan umpan balik tentang tugas? Berapa lama waktu yang harus dimiliki guru sebelum mengembalikan nilai? Lakukan langkah-langkah yang sama seperti sebelumnya: peserta didik membuat daftar aturan yang mereka bagikan dengan kelas; luangkan waktu untuk meninjau dan menyesuaikan aturan seperlunya; memilih untuk menentukan aturan terakhir; bagikan dan posting aturan final tersebut.
  10. Patuhi aturan yang telah disepakati dan pastikan peserta didik untuk menghargai aturan yang telah dibuat bersama demi membangun komunitas kelas yang nyaman.

Tambahan

Beberapa sekolah dan guru memiliki aturan yang tidak dapat diubah. Misalnya, beberapa yayasan memiliki kebijakan kehadiran yang mengikat seluruh yayasan. Peserta tidak memiliki hak suara dalam mengubah kebijakan dan harus mematuhi kebijakan tersebut. Jika ini masalahnya, jelaskan apa aturannya dan bahwa mereka tidak memiliki hak untuk mengubahnya. Pastikan bahwa mereka mengetahui kebijakan tersebut.

Demikian sahabat pendidik pembahasan mengenai cara membangun komunitas kelas yang nyaman dan menyenangkan bagian kedua. Tidak sulit untuk dilaksanakan kan? semoga bisa bermanfaat buat seluruh tenaga pendidik.

Salam Penaguru.