pelajaran kls 7 mtk

Fokus Materi Pembelajaran Matematika SMP Kelas 7 8 9 Lengkap

Posted on

PenaGuru.Com – Sebelum membuat rencana pembelajaran matematika, tiap guru perlu mengenali muatan matematika apa saja yang penting di tiap kelas. Muatan atau topik matematika yang penting di sini dapat menjadi jangkar untuk pembelajaran sepanjang tahun. Baik itu materi pelajaran kls 7 MTK, kls 8 MTK maupun kls 9 MTK.

Setelah mengetahui topik matematika mana yang perlu memperoleh penekanan agar terintegrasi ke pengetahuan lainnya, guru dapat merancang rangkaian kegiatan belajar mengajar yang lebih terstruktur dan kuat keterhubungan antar topiknya. Dengan begitu, dapat diharapkan peserta menemukan pesan besar dari matematika di kelas tersebut dan kemudian mengembangkannya lebih lanjut. Hal itulah yang melatarbelakangi disusunnya fokus materi pelajaran kelas 7 8 9 matematika berikut ini.

Fokus Materi Pelajaran Kls 7 MTK

Peserta didik kelas 7 memulai belajar dengan aljabar seperti persamaan, peubah, grafik garis, dsb. secara formal. Peserta didik mengembangkan penguasaannya pada Materi Pembelajaran kelas 7 matematika di bawah ini. Peserta didik juga mengasah kemampuannya bernalar, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, membuat hubungan, sekaligus mengkaji penyajian dalam berbagai cara.

Bilangan dan Operasinya: Mengungkapkan pemahaman tentang kesebandingan

pelajaran kls 7 mtk
Source Picture : Freepik.com
  • Peserta didik lancar bekerja dengan bilangan pecahan, rasio, dan proporsionalitas atau kesebandingan. Peserta didik cekatan menuliskan pecahan ke dalam berbagai bentuk, seperti desimal, rasio, dan persentase. Selain itu, Peserta didik juga lancar mengkonversi pecahan dari satu bentuk ke bentuk lain, seperti 1/4 menjadi bentuk desimal 0,25 dan persentase 25%.
  • Dengan kemampuan itu, Peserta didik kemudian membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan yang penyajiannya berbeda-beda, seperti mengurutkan 4/9, 33%, 0, 3. Juga, Peserta didik mampu meletakkan bilangan dalam bentuk desimal, pecahan, serta persen pada garis bilangan.
  • Peserta didik terampil berhitung (tambah, kurang, kali, bagi, dan gabungannya) pada berbagai bentuk bilangan, seperti bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan irasional (bentuk akar), dan bentuk pangkat tak sebenarnya. Dengan memanfaatkan keterampilan ini, Peserta didik menyelesaikan permasalahan yang melibatkan berbagai bentuk bilangan serta operasi bilangan.

Aljabar: Mengungkapkan situasi hubungan kesebandingan dengan lambang aljabar

  • Peserta didik bernalar mengenai perbandingan dua nilai yang terkandung pada suatu situasi dengan memerhatikan keterkaitan antar keduanya, yakni perubahan pada satu nilai jika nilai lainnya berubah. Sebagai contoh, Peserta didik mampu mengutarakan pemahaman bahwa keliling persegipanjang membesar dua kali lipat jika ukuran persegipanjang diperbesar dua kali, dst.
  • Peserta didik kemudian menggambarkan hubungan sebanding tersebut sebagai grafik serta menuliskannya dalam persamaan linear satu peubah seperti y=kx . Peserta didik mengungkapkan arti kemiringan seperti peningkatan atau penurunan nilai y jika nilai x meningkat satu satuan. Juga Peserta didik mengamati hubungan yang berbanding terbalik, seperti jumlah pekerja dengan waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Selain itu, saat diberikan persamaan linear satu peubah, Peserta didik dapat menemukan satu nilai jika nilai lainnya diberikan.

Geometri dan Pengukuran: Memecahkan masalah nyata yang melibatkan luas, luas permukaan, dan volume

  • Peserta didik mampu menghitung luas segitiga siku-siku, segitiga sembarang, atau bangun datar segiempat lainnya dengan menyusunnya menjadi persegipanjang atau mendekomposisikannya menjadi segitiga dan bangun datar lainnya yang dengan mudah dapat diketahui rumus penghitungan luasnya. Lalu, Peserta didik menerapkan teknik ini dalam menyelesaikan masalah, seperti pengubinan.
  • Peserta didik mampu menemukan cara menghitung luas permukaan dari sebuah bangun ruang dengan mengurainya menjadi jaring-jaring yang terdiri atas bentuk segitiga atau persegipanjang dan menghitungnya. Lalu, Peserta didik dapat menghitung volume bangun ruang seperti prisma dan silinder dengan memanfaatkan rumus luas alas dikalikan tinggi.
Baca juga :  Modul Pembelajaran Daring IPA Kelas 7 8 9 Berbasis Aktivitas Semester Genap SMP

Keterkaitan dengan Proses Bermatematika

  • Penyelesaian Masalah: Peserta didik menyelesaikan masalah nyata yang memerlukan beberapa tahap, yang melibatkan geometri dan pengukuran, serta masalah sehari-hari, seperti kenaikan atau penurunan bunga, pajak, untung, rugi, dsb.
  • Bernalar dan Keterhubungan: Peserta didik memanfaatkan proportional reasoning atau bernalar dengan kesebandingan serta menjelaskan hubungannya dengan persamaan linear.

Materi Pembelajaran Matematika Kelas 8

Peserta didik kelas 8 perlu menekan pengembangan pada Materi Pembelajaran matematika kelas 8 di bawah ini, guna mengasah kemampuannya bernalar, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, membuat hubungan, sekaligus mengkaji penyajian dalam berbagai cara.

Bilangan dan Operasinya: Mengutarakan pemahaman tentang karakteristik bilangan rasional lebih lanjut

Dengan memanfaatkan pemahamannya tentang definisi bilangan rasional pada kelas sebelumnya, Peserta didik menjelaskan alasan bilangan desimal yang memiliki angka berulang adalah bilangan rasional, dan sebaliknya. Peserta didik mengubah atau mendekati suatu bilangan dengan pecahan. Misalnya, 26.571428571428… dapat ditulis sebagai pecahan 186/7 , lalu Peserta didik melakukan pembagian berulang untuk memverifikasi bahwa sisa pembagian 186 oleh 7 terjadi pengulangan.

Aljabar: Menulis hubungan linear dua peubah pada masalah nyata serta mengetahui makna himpunan jawabpelajaran kls 7 mtk

  • Peserta didik mengenali pola perubahan yang konstan dan menuliskannya dalam persamaan linear atau fungsi linear. Khususnya, Peserta didik dapat menggambarkan grafik dari persamaan y = kx + b serta menentukan nilai satu peubah jika nilai peubah lainnya diberikan. Peserta didik mengenali arti geometri dari konstanta k dan b, Peserta didik dapat mengubah hubungan linear antar bentuk, seperti dari bentuk tabel ke bentuk persamaan linear, atau dari grafik menjadi persamaan linear. Lalu, menuliskan sifat hubungan tersebut ke dalam uraian tulisan dengan bahasa sendiri.
  • Dalam kasus dua peubah, Peserta didik mencari titik potong dua garis yang diberikan persamaan. Hal ini secara aljabar berarti menentukan solusi dari sistem persamaan linear dua peubah. Peserta didik mengartikan makna saat sistem persamaan linear memiliki satu jawab, banyak jawab, atau tak mempunyai jawab secara geometri. Dengan pendekatan yang sama, Peserta didik menyelesaikan sistem pertaksamaan linear dua peubah.

Geometri dan Pengukuran: Mengenal bagian dari lingkaran dan mengungkapkan pemahaman tentang sudut dan garis

  • Setelah mengetahui rumus keliling lingkaran dan luas lingkaran, Peserta didik mampu menyusun rumus menghitung busur dan juring lingkaran. Peserta didik menyadari dan memanfaatkan fakta busur merupakan partisi dari keliling lingkaran yang sebanding dengan sapuan sudutnya. Sementara juring lingkaran merupakan partisi dari luas lingkaran yang sebanding dengan sapuan sudutnya.
  • Peserta didik mengenali kumpulan segitiga yang sebangun serta sama dan sebangun. Peserta didik juga mengenali transformasi yang membawa satu segitiga atau bangun datar lain menjadi bangun yang sama dan sebangun. Lalu, menuliskan rangkaian transformasi tersebut secara runtun.

Keterkaitan dengan Proses Bermatematika

  • Penyelesaian Masalah: Peserta didik dapat mengenali pertanyaan yang perlu dijawab dan menemukan informasi mengenai semua peubah dan konstantanya. Kemudian Peserta didik menuliskan hubungan tersebut dalam kalimat matematika untuk diPeserta didiki lebih lanjut.
  • Bernalar: Peserta didik memanfaatkan keterampilan bernalar kesebandingan dalam menyusun cara menghitung busur lingkaran dengan memanfaatkan rumus keliling lingkaran dan menghitung juring dengan memanfaatkan rumus luas lingkaran.
  • Keterhubungan: Dengan memanfaatkan pemahaman tentang proporsi atau perbandingan, Peserta didik membangun gagasan peluang, yang merupakan perbandingan antara kejadian yang diamati dengan seluruh kemungkinan kejadian. Semakin besar sampel, Peserta didik menyadari bahwa perhitungan peluang secara teoritis semakin mendekati peluang sebenarnya.
Baca juga :  Jadwal Program Guru Belajar Seri AKM Tahun 2021 Telah Terbuka!

Materi Pembelajaran Matematika Kelas 9pelajaran kls 7 mtk

Peserta didik kelas 9 perlu menekan pengembangan pada Materi Pembelajaran matematika kelas 9 di bawah ini, guna mengasah kemampuannya bernalar, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, membuat hubungan, sekaligus mengkaji penyajian dalam berbagai cara.

Bilangan dan Operasinya: Memanfaatkan pemahaman kedekatan bilangan irasional dengan bilangan rasional

  • Peserta didik memanfaatkan fakta bahwa bentuk desimal bilangan rasional senantiasa ekornya berakhir dengan nol atau berulang untuk menyelesaikan masalah. Dari situ, Peserta didik memeriksa sebuah bilangan desimal merupakan rasional atau bukan, dan menyadari bahwa terdapat bilangan yang bukan rasional, disebut sebagai bilangan irasional.
  • Peserta didik mampu menunjukkan letak bilangan irasional pada garis bilangan dengan mengurainya menjadi bentuk desimal lalu membulatkannya. Sebagai contoh, setelah mengubah √2 menjadi bentuk desimal, Peserta didik meletakkan √2 di antara 1 dan 2, lalu dipersempit lagi di antara 1.4 dan 1.5, dan seterusnya hingga diperoleh selang taksiran terdekat.
  • Selanjutnya Peserta didik memikirkan cara menyusun selang taksiran terpendek yang mampu mengapit bilangan irasional batas atas+batasbawah/2 ≈ bilangan irasional.

Aljabar: Mengenali fungsi, fungsi trigonometri, fungsi linear dan non-linear pada konteks masalah nyata, memplot fungsi pada sistem koordinat

  • Peserta didik membangun pemahaman tentang fungsi sebagai pemetaan suatu nilai pada suatu daerah asal ke nilai pada suatu daerah hasil. Melalui masalah nyata maupun tak nyata, Peserta didik dapat menulis ekspresi matematika kemudian menemukan perbedaan antara fungsi linear dan non-linear dengan meninjau variabel yang dituliskannya.
  • Dengan memanfaatkan pemahaman sistem koordinat Peserta didik dapat membuat ilustrasi pemetaan tiap nilai mengikuti aturan fungsi yang ada. Peserta didik terampil mengubah fungsi dari satu bentuk ke bentuk lain, seperti dari tabel ke grafik atau dari grafik ke persamaan.
  • Peserta didik mampu menghitung rasio trigonometri antara lain, sinus, kosinus, tangen, kotangen, kosekan dan sekan pada sudut-sudut istimewa dengan memanfaatkan dalil pitagoras dan koordinat kartesius.

Geometri dan Pengukuran: Mengenali Teorema Pitagoras dan atribut bangun ruang sisi lengkungpelajaran kls 7 mtk

  • Dengan meninjau segitiga siku-siku Peserta didik menemukan hubungan sisi miring (c), alas (a) dan tinggi (b) dalam persamaan a2 + b2 = c2. Peserta didik mampu menentukan satu nilai jika dua nilai lainnya diberikan. Lebih lanjut, Peserta didik mampu membuat pasangan bilangan , a,b, c yang memenuhi persamaan tersebut.
  • Dengan memanfaatkan pemahaman tentang atribut lingkaran, Peserta didik mampu membuktikan rumus volume dan luas permukaan bangun ruang sisi lengkung antara lain, kerucut, silinder dan bola mengandung rumus luas lingkaran vr2.

Keterkaitan dengan Proses Bermatematika

  • Penyelesaian Masalah: Peserta didik lancar melakukan abstraksi dari suatu masalah nyata dan menuliskan cara penyelesaiannya secara runtun dan jelas.
  • Penyajian: Peserta didik menyajikan data yang dikumpulkan dari situasi nyata dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, dsb).

Kesimpulan

Harapan akhirnya, dengan memanfaatkan rangkuman materi pembelajaran matematika SMP ini, guru terbantu untuk merancang pengalaman belajar dengan memperhatikan gagasan besar sebagai kerangkanya. Sehingga mampu membuat metode cara belajar matematika yang lebih menyenangkan.

Referensi : Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)