Contoh Explanation Text About Solar Eclipse dan Terjemahannya

Posted on

Explanation text about solar eclipse – Halo sahabat PenaGuru, kembali lagi kali ini kita akan membahas salah satu fenomena alam melalui contoh explanation text berikut ini. Fenomena alam tersebut adalah solar eclipse atau biasa kita sebut dengan gerhana matahari.

Yuk, simak contoh explanation text about solar eclipse berikut ini.

Explanation Text About Solar Eclipse

explanation text about solar eclipse
explanation text about solar eclipse

As we know, on December 26, 2019, a rare natural phenomenon occurred in Indonesia, namely the annular solar eclipse (GMC).

GMC passes through several regions in Indonesia such as Padang Sidempuan, Duri, Batam, Siak, Karimunbesar, Tanjung Batu, Bintan, Tanjung Pinang, Singkawang, Pemangkas and Sambas. Meanwhile, other regions will experience a partial solar eclipse (GMS). GMS can be seen in all parts of Indonesia depending on the observation location. In Jakarta itself, the solar disk reached 72% with the eclipse peaking at around 12:36 WIB.

A solar eclipse occurs when the sun – moon – earth are in a straight line. This alignment does not occur every time, however, because Earth’s orbit around the Sun is not in the same plane as the Moon’s orbit around Earth, but is tilted about 5.1 degrees to the ecliptic.

Due to the tilt of the moon’s orbit, a solar eclipse only occurs when the sun is close to the vertex of the moon’s orbit around the earth with respect to the ecliptic (the plane of the earth’s orbit around the sun). So the moon is not exactly parallel to the earth and the sun at every new moon phase. There are times when the moon’s shadow passes above or below the earth, so there is no eclipse.

If the orbits of the moon and sun were in the same plane, there would be a solar eclipse and a lunar eclipse once a month, back to back. However, since this is not the case, we must wait for the correct configuration when the Moon and Sun, as seen from Earth, meet at the meeting point of the ecliptic plane with the Moon’s orbital plane.

Baca juga :  Explanation Text About Global Warming dan Terjemahannya

Compared to the earth, the moon is much smaller. Besides, it’s far away too. Therefore, during a solar eclipse, only part of the earth’s surface is in the umbra and experiences a solar eclipse.

Solar eclipses with exactly the same geometry in each eclipse will occur again in a span of 18 years 11 days 8 hours. This cycle is called the Saros cycle. Eclipses that occur in a Saros cycle occur at the same orbital node as the Moon, at the same distance from Earth, and at the same time. The location of the eclipse in a Saros cycle will shift or not be in the same place.

A Saros cycle lasts 1226 – 1550 years and consists of 69 – 87 eclipses that are a combination of partial, total, annular and hybrid eclipses. Of the total eclipses in a Saros cycle, there are 40-60 combinations of total, annular, and hybrid eclipses.

During a total solar eclipse (GMT), the average GMT at the same location on Earth occurs only once in 375 years, with a duration that can be shorter or longer. However, time is just a statistical calculation.

In fact, the same place may experience GMT in less than 375 years or even wait more than 1000 years before experiencing GMT again.

Source: BRIN

Terjemahan Explanation Text About Solar Eclipse

explanation text about solar eclipse

Seperti kita ketahui, pada 26 Desember 2019, fenomena alam langka terjadi di Indonesia, yaitu gerhana matahari cincin (GMC).

GMC melewati beberapa daerah di Indonesia seperti Padang Sidempuan, Duri, Batam, Siak, Karimunbesar, Tanjung Batu, Bintan, Tanjung Pinang, Singkawang, Pemangkas dan Sambas. Sedangkan wilayah lain akan mengalami gerhana matahari sebagian (GMS). RUPS dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia tergantung dari lokasi pengamatan. Di Jakarta sendiri, piringan matahari mencapai 72%, dengan puncak gerhana sekitar pukul 12:36 WIB.

Gerhana matahari terjadi ketika matahari – bulan – bumi berada dalam satu garis lurus. Namun, penyelarasan ini tidak selalu terjadi karena orbit Bumi mengelilingi Matahari tidak berada pada bidang yang sama dengan orbit Bulan mengelilingi Bumi, melainkan miring sekitar 5,1 derajat terhadap ekliptika.

Karena kemiringan orbit bulan, gerhana matahari hanya terjadi ketika matahari berada di dekat titik orbit bulan mengelilingi bumi terhadap ekliptika (bidang orbit bumi mengelilingi matahari). Oleh karena itu, bulan tidak persis sejajar dengan bumi dan matahari pada setiap fase bulan baru. Ada kalanya bayangan bulan berada di atas atau di bawah bumi, sehingga tidak terjadi gerhana.

Baca juga :  Contoh Descriptive Text Bahasa Inggris Tentang Hewan dan Terjemahannya

Jika orbit bulan dan matahari berada pada bidang yang sama, maka akan terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan sekali dalam sebulan, secara berurutan. Namun, karena tidak demikian, kita harus menunggu konfigurasi yang benar ketika Bulan dan Matahari, seperti yang terlihat dari Bumi, bertemu di titik pertemuan bidang ekliptika dengan bidang orbit Bulan.

Dibandingkan dengan bumi, bulan jauh lebih kecil. Apalagi jaraknya juga jauh. Oleh karena itu, pada saat gerhana matahari, hanya sebagian dari permukaan bumi yang berada di umbra dan mengalami gerhana matahari.

Gerhana matahari dengan geometri yang sama persis di setiap gerhana akan terjadi lagi dalam rentang waktu 18 tahun 11 hari 8 jam. Siklus ini disebut siklus Saros. Gerhana yang terjadi dalam siklus Saros terjadi pada simpul orbit yang sama dengan Bulan, pada jarak yang sama dari Bumi, dan pada waktu yang sama. Lokasi gerhana dalam siklus Saros akan bergeser atau tidak berada di tempat yang sama.

Siklus Saros berlangsung 1226 – 1550 tahun dan terdiri dari 69 – 87 gerhana yang merupakan kombinasi dari gerhana parsial, total, annular dan hybrid. Dari total gerhana dalam satu siklus Saros, terdapat 40-60 kombinasi gerhana total, annular, dan hybrid.

Selama gerhana matahari total (GMT), rata-rata GMT di lokasi yang sama di Bumi hanya terjadi sekali dalam 375 tahun, dengan durasi yang bisa lebih pendek atau lebih lama. Namun, waktu hanyalah perhitungan statistik.

Faktanya, tempat yang sama dapat mengalami GMT dalam waktu kurang dari 375 tahun atau bahkan menunggu lebih dari 1000 tahun sebelum mengalami GMT kembali.

Nah demikian contoh explanation text about solar eclipse dan artinya yang dapat kami bagikan. Semoga bisa menambah wawasan para pembaca terkait dengan explanation text. Lihat juga contoh explanation text about bullying pada postingan kami sebelumnya.